dalam rutinitas kerja kaya gini, hal yang sering terlupakan adalah dering Hp yang ada di kantong, tepat jam 3 sore hari ini. Kulihat HP, oh ada 3 misscall. setelah dilihat ternyata misscall dari rumah. ah kepekaanku saat itu lagi low banget, ku abaikan misscall dari rumah karena sok sibuk dengan pekerjaan rutinitas.
ga lama dari situ, bu hera temen kerja ku memanggilku " bu Uke ada telepon dari rumah!!!" deg... kayanya penting nih beritanya.... " hallo assalamu'alaikum..." kuraih gagang telpon dari genggaman ibu hera....
"Mi....Izza panas ..." suara berat aki terdengar khawatir... langsung ku dengar suara enin " mi pulangnya jangan terlalu malam.." aku mengiyakan dengan nada datar...
" Mi obat panas izza apa namanya?" Ibu melanjutkan pembicaraaan...deg... aku lupa... karena selama ini yang selalu prepare masalah obat cuman abi..."emmmhhh taroskeun ka abi atuh nin..." aku menjawab dengan malu yang tak tertahankan. Ibu yang aneh ... pikirku...
Aku malu, ngga bisa jadi ibu yang baik... saat anak panas. Aku malah memikirkan bekerja...Ada dilema yang mendalam dari relung hati yang paling dalam.... Ada tangis...yang tertahankan dibalik errornya perilaku...
Tiba2 aku teringat 3 hari lalu saat aku dan keluarga pulang kerja langsung pake motor menuju rumah mertua untuk nginep.... saat itu hujan besar....
Dan kita memaksakan diri pergi ba'da maghrib tatkala hujan belum tuntas berhenti 100%... Sebuah pemaksaan demi gengsi, karena kita ngga mau denger nasehat aki yang menyarankan pergi pake taksi aja, mengingat Izza masih sangat rawan untuk dibawa pake motor...
Izza maafkan ummi (hanya kalimat itu yang bisa ummi ungkapkan) .....bertahanlah nak... demi sebuah kemenangan....
I have feeling, but no body understand about my feeling.....only me and Allah...